Buka Account di FX-Open dan dapatkan bonus USD 25, dengan klik gambar dibawah

Senin, 28 April 2008

Membuat Klien Bertekuk Lutut

Pekerjaan yang berhubungan dengan menjual memang susah-susah gampang. Ada yang sekali ketemu langsung oke, tapi tak sedikit juga yang minta ampuuuun sulitnya.

Tak hanya Anda yang bergelut di dunia marketing yang perlu menjual sesuatu. Ana pun, somehow, perlu menjual diri untuk mendapatkan pekerjaan. Trik di bawah ini akan membantu menekuk-lututkan klien atau si calon bos baru itu.
Ada beberapa kendala yang biasanya dihadap oleh mereka yang gagal mendapatkan klien. Here we go...

1. I KNOW YOU THAT GOOD
Kesalahan yang sering terjadi adalah Anda tidak faham kebutuhan klien. Keberhasilan jualan, ditentukan pula oleh seberapa besar pengetahuan Anda tentang kebutuhan mereka. Misal, mereka sedang butuh pasta gigi, eh, Anda malah memberinya sabun mandi. Memang sih masih seputar kamar mandi, tapi tetap tidak nyambung kan? Kalau mau tahu yang mereka butuhkan, cari informasi kanan-kiri, baik dari eksternal maupun internal klien sendiri.


2. Deadline is not an Issue
Soal deadline yang mepet kerap dijadikan dalih ketidakberhasilan menembus klien. "Gimana bisa menembus klien kalau waktu yang diberikan cuma dua hari." Please, banyak yang bisa Anda lakukan dalam dua hari, lho. Tanpa sadar (kita semua cenderung melakukannya, tak cuma Anda), deadline mepet sering dijadikan kambing hitam ;-)

Buatlah time table, daftarlah deretan nama klien lengkap dengan catatan karakter tiap produk/kebutuhan, lalu segera hubungi mereka sepagi mungkin. Percaya deh, dalam sehari banyak sekali yang bisa Anda lakukan.

3. Berkelit dari Birokrasi Rumit
Yah, namanya juga birokrasi, pastinya terlihat berbelit. Tidak perlu gemas dan ingin 'membunuh orang'. Coba dong selidiki siapa yang paling berwenang atau decision maker di perusahaan tersebut, dan lakukan pendekatan personal. Biasanya bila kepalanya sudah bisa dipegang, Anda bisa memotong jalur birokrasi yang berbelit-belit. Anda juga bisa mengerahkan jejaring Anda di perusahaan tersebut.

4. Tricky Client
Tak bisa dipungkiri, kelihaian menjalin hubungan personal, cukup menentukan keberhasilan usaha Anda menggaet mereka. Anda tidak harus menjadi psikolog untuk memenangkan hati mereka. Ada beberapa sikap yang biasanya diperlihatkan klien:
* "Wah, mau banget tuh"
Tanpa bertele-tele, mereka langsung oke saat Anda menyodorkan tawaran. Sikap welcome mereka juga ditunjukkan dengan langsung menjadwalkan bertemu dan presentasi, serta terjadi interaksi yang positif antara Anda dan mereka.
Bila akhirnya terjadi transaksi, tetaplah berhubungan. Tanyakan perkembangan setelah mereka menjadi klien Anda. Mintalah komentar atau kritik dari mereka untuk meningkatkan pelayanan perusahaan Anda.

* "Pikir-pikir dulu deh"
Mereka sebenarnya butuh atau mungkin suka dengan tawaran Anda, tapi merasa masih ragu. Bila menemui calon klien seperti ini, jangan mundur. Prinsipnya, yakinkan klien bahwa Anda tahu persis kebutuhan mereka. Berikan sejumlah benefit buat mereka, seolah Anda memang men-service, bukan menjual.
Beri waktu untuk membuatnya kembali berpikir. Biarpun saat itu mereka menolak, suatu hari nanti, bila mereka butuh, Anda pastilah orang pertama yang dicari.

* Enggak minat ah"
Duh, sungguh menjengkelkan memang jika belum-belum mereka sudah bilang tidak berminat. Apa yang bisa dilakukan? Gali lagi latar belakang calon klien dan minat mereka, kemudian dekati dengan cara lain yang lebih personal.
Mengetahui hobi mereka, bisa menjadi celah. Kalau mereka hobi nonton, berikan dong tiket pertunjukan, atau sesekali main ke kantor calon klien, dengan membawa makanan, bergaul dengan orang kantor di sana, dan sebagainya. Lakukan pendekatan untuk membuka peluang, setelah itu, baru ciptakan suatu kebutuhan calon klien terhadap produk Anda.

* Iya sih...tapi...enggak deh"
Sikap dan kemauannya serba tidak jelas. Dibilang nolak, tapi enggak, dibilang oke, tapi kok nadanya nolak? Ah, Anda dibuat pusing oleh ketidakjelasannya. Cara terbaik untuk menghadapi klien seperti ini adalah cari tahu sikap yang sebenarnya. Sebelumnya, Anda perlu tahu dulu kebutuhannya.
Anda bisa mendapatkan info ini dari orang-orang yang bekerja dengannya, atau dari pihak luar yang pernah bekerjasama dengannya. Kalau setelah pendekatan, sikapnya masih ngambang, tidak perlu memaksakan diri. Lebih baik, cari calon klien lain yang lebih punya sikap.

5. Improve Yourself
Selain soal kemampuan menjual, ada hal-hal yang sebenarnya sepele, tapi punya manfaat besar dalam interaksi Anda dengan klien. Ini kaitannya dengan pembawaan Anda.

* Penampilan oke
Anda tidak perlu menggerutu jika punya wajah tidak secantik Tamara Bleszynski (dia sih satu banding seribu :p) Penampilan oke bisa diperoleh dengan berpakaian sesuai 'tema' (jangan berpakaian kasual jika Anda menawarkan produk yang sangat feminin). Lalu percaya dirilah (yang ditampilkan dengan bahu tegak, mata menatap pasti, dan senyum yang konstan). Sikap ini akan membuat Anda terlihat sebagai orang yang sukses. Orang tentu akan lebih senang bertransaksi dengan orang yang tampak sukses daripada gagal.

* In the mood
Simpan dalam peti untuk sementara suasana hati yang buruk akibat patah hati. Tampillah dengan penuh gairah saat bertemu calon klien. Sebab hanya dengan emosi yang stabil, dapat tercipta energi dan mood yang baik.

* Say cheese
Senyum itu murah tapi punya dampak yang luar biasa. Senyum juga menular pada orang lain. Dengan senyum Anda dapat mencairkan suasana yang kaku, meredakan ketegangan dan kemarahan. Sulit menemui klien? Perlihatkan dong senyum terbaik Anda.

* Panggil nama
Mereka lebih suka bila Anda menyebut nama, ketimbang memanggil mereka dengan sebutan ibu dan bapak saja. Anda toh tidak sedang berinteraksi dengan orang asing di kendaraan umum, kan?

* Nada dan tekanan suara
Biar pembicaraan tidak monoton, perhatikan nada dan tekanan suara. Ada kata-kata yang perlu diucapkan biasa, dan ada pula yang perlu diberi tekanan untuk menunjukkan pentingnya maksud tersebut.

* Ha ha ha...
Di sela-sela pembicaraan, selipkan humor yang bisa menyegarkan suasana. Tapi, sebaiknya pilih-pilih humornya agar tidak menyinggung klien. Bukannya sukses, mereka malah kabur.


Ika Nurul Syifaa
(Diambil dari : http://www.kompas.com)

Jumat, 25 April 2008

Wendy's for $2.34 billion in stock

Arby's owner buying Wendy's for $2.34 billion in stock
Friday April 25, 2:15 am ET By Mark Williams, AP Business Writer
Arby's owner buying Wendy's in all-stock deal worth $2.34 billion after board rejected earlier offers
COLUMBUS, Ohio (AP) -- The billionaire investor known for pushing corporations to make changes to boost their stock price has a new challenge: turning around one of the fast-food industry's more notable names and doing it during a slumping economy.

Atlanta-based Triarc Cos., owned by Nelson Peltz, said Thursday it will pay about $2.34 billion in an all-stock deal for Wendy's International Inc., the nation's third-largest hamburger chain, known for its square hamburger and chocolate Frosty dessert.
Peltz has pushed for change at Wendy's -- including the spinoff of the Tim Hortons coffee-and-doughnut chain and cutting corporate expenses -- since 2005 to increase the company's stock price. His Trian Fund and his allies own 9.8 percent of Wendy's stock.
It's a similar tactic Peltz has used at other companies where Trian has become a significant investor, such as Cadbury Schweppes PLC and H.J. Heinz Co. Trian also owns shares of Tiffany & Co. and The Cheesecake Factory Inc., according to regulatory filings.
The deal comes as Wendy's struggles with declining profits and weak sales compared with rivals McDonald's Corp. and Burger King Holdings Inc.
Wendy's said Thursday that its first-quarter profit fell 72 percent to $4.1 million, or 5 cents a share, in part because of expenses tied to the work of a special board committee that has been studying ways to boost the company's stock. Revenue fell to $513 million from $522 million a year ago.
Sales at company-owned stores open at least a year, considered a key indicator of a retailer's strength, fell 1.6 percent in the quarter. So-called same-store sales at U.S. franchise restaurants fell 0.1 percent.
Wendy's also has failed to connect with consumers in several advertising campaigns since founder Dave Thomas' death in 2002. Thomas, always wearing a white short-sleeved shirt and red tie, became a household face when he began pitching his burgers and fries in television commercials in 1989.
The company also found limited success in adding new products.
"It's a company that's sort of lost its way," said Bob Goldin, executive vice president of Technomic Inc. in Chicago.
Still, even with a slumping economy in which other restaurant chains have seen sales decline recently, there is value, analysts say.
"We've always felt Wendy's had a decent chance of a turnaround in its business," said John Owens, an investment analyst with Morningstar, citing its new chicken wrap sandwich and the addition of breakfast at many restaurants.
Improved cost controls over food, labor and other expenses should generate $100 million a year in operating profits over time, Triarc said in the statement announcing the deal.
Eliminating duplicate corporate functions and streamlining support services are expected to eventually save $60 million, said Triarc, which operates 3,700 Arby's restaurants.
Triarc also said expansions for both brands are planned for the U.S. and overseas and that the company will look at a dual-concept unit in high-cost real estate markets. Triarc said it will also change its name to include the Wendy's name.
Thomas' family took the news hard.
"It's a very sad day for Wendy's and our family. We just didn't think this would be the outcome," said Thomas' daughter, Pam Farber, 53.
If her father were alive to hear news of the buyout, "he would not be amused," she said.
Under the terms of the deal, expected to close in the second half of the year, Wendy's shareholders will receive 4.25 shares of Triarc Class A stock for each share of Wendy's stock. Triarc said its shareholders will have to approve a charter amendment in which each share of its Class B stock will be converted into Class A stock.
Based on Triarc shares' closing price Wednesday, Triarc is paying about $26.78 per share for Wendy's, which has about 87 million shares outstanding. The offer is well below the $37 to $41 per share that Peltz said he was ready to offer for the company last summer.
Wendy's shares traded as high as $42.22 last year, shortly after the company announced the formation of a special committee to boost the stock price. The shares rose $1.07, or 4.2 percent, to $26.39 Thursday.
Several lunchtime customers at a Wendy's in Columbus wondered how Thomas would have reacted to the news of a sale, were he still alive.
"I think he's probably rolling over in his grave right now," said John Knape, 36. "But it's business, and that's what you need to do to survive, right?"
The deal caps two chaotic years for Wendy's in which it has sold or spun off operations, slashed its corporate staff and had its wholesome image tarnished by a woman who falsely claimed she found part of a finger in her chili.
Farber said the family didn't think much of Peltz's and Triarc's tactics.
"They came after them (Wendy's) and came after them and came after them. They spun Tim Hortons off, they did this, they did that. They did everything they asked but it wasn't enough."
Thomas opened his first restaurant in a former steakhouse in downtown Columbus on Nov. 15, 1969. He named the chain after his 8-year-old daughter Melinda Lou -- nicknamed Wendy by her siblings.
Wendy's, based in suburban Dublin, now operates about 6,600 restaurants in the United States and abroad.
Associated Press writers Doug Whiteman and Matt Reed contributed to this report.
Wendy's International Inc.: http://www.wendys.com
Triarc Cos.: http://www.triarc.com

dikutip dari : www.yahoo.finance.com